Laman

Senin, 05 November 2012

Contoh Makalah Filsafat Umum


FILSAFAT MODERN :
RASIONALISME, EMPIRISME, KRITISME DAN IDEALISME
Mata Kuliah                   : Filsafat Umum
Dosen Pengampu           : Khoiruddin, M.Ag
Jur/Sem/Kelas                : Manajemen Dakwah/I/A




Disusun Oleh:
v  Bobi Candra

v  Yopi Candra

v  Abdul Muluk

v  Ratna Sari

v  Rika



JURUSAN MANAJEMEN DAKWAH
FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SULTAN SYARIF KASIM RIAU
2012


DAFTAR ISI
DAFTAR ISI …………………………………………………………………………1
PENGANTAR ………………………………………………………………………..2
BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………………………3
BAB II PEMBAHASAN
A.    RASIONALISME …………………………………………………………….4
B.     EMPIRISME ………………………………………………………………….5
C.     KRITISME …………………………………………………………………...6
D.    IDEALISME …………………………………………………………………7
E.     ANALISA …………………………………………………………………….8
BAB III PENUTUP
1.      KESIMPULAN ………………………………………………………………9
2.      SARAN DAN PESAN ……………………………………………………...10
BIBLIOGRAFI ……………………………………………………………………...11











PENGANTAR
            Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT karena atas rahmatnya dalam kesempatan yang berbahagia ini kita masih di beri nikmat dan karunia oleh Nya. Di dalam pembahasan makalah kali ini bertajuk seperti yang tertera di Cover, dengan itu kami berfokus dalam materi seperti yang akan kita bahas nanti.
            Makalah yang tersusun ini sebagai tugas mata kuliah Filsafat Umum, dengan berbekal apa yang ada dalam buku pembahasan yang telah kami ambil dari beberapa sumber. Selanjutnya kami banyak mengucapkan terimakasih kepada bapak Khoruddin,M.Ag sebagai dosen Pengampu mata kuliah Filsafat Umum, dan juga kepada rekan-rekan semuanya yang telah berpartisipasi dalam penyelesaian makalah ini baik secara langsung maupun secara tidak langsung.
            Selanjutnya kami menyadari bahwa makalah yang kami buat ini bukanlah sesuatu yang terjadi begitu sempurna, masih banyak kekurangan yang memang iu adalah dari kami sendiri, harapan kami memohon untuk memberikan kritikan atau saran yang bersifat membangun. Akhirnya kami ucapkan terimakasih.


Pekanbaru,   Oktober 2012








BAB I
PENDAHULUAN
            Tujuan kita mempelajari studi filsafat ini akan mengetahui dunia filsafat minimal mengetahui tentang pembahasan apa yang kita bahas hari ini. Kita tidak dapat memungkiri untuk memasuki masa filsafat modern. Maka dari itu kita harus mempelajari berbagai macam tentang filsafat modern yakni salah satunya yang kita bahas tentang Aliran Filsafat modern yang kami mengambil beberapa pembahasan tentang aliran filsafat modern, yakni Aliran Rasionalisme, Aliran Empirisme, Aliran Kritisme dan Aliran Idealisme.
            Dari beberapa pembahasan itu tentunya memliki ciri tersendiri, dalam pembahasan ini kita akan mengetahui pengertian, cirri, serta tokoh-tokoh yang mempelopori tentang Aliran yang ada pada bagian aliran filsafat modern ini. Dengan adanya pembahasan ini, harapan kita nantinya bisa membuka pikiran kita untuk mengenali filsafat ini dan kita termotivasi untuk mempelajari apa yang akan kita pelajari dalam ilmu filsafat umum ini.
            Demikian penyajian tentang beberapa aliran filsafat modern, ini kami sajikan belum begitu lengkap da masih banyak yang harus di perbaiki.






BAB II
PEMBAHASAN
A.    RASIONALISME
1.      Pengertian Rasionalisme
Rasionalisme adalah paham yang mendasarkan pada rasio sebagai sumber kebenaran tertinggi, materialisme yang meletakkan materi sebagai nilai tertinggi, empirisme yang mendasarkan atas kebenaran fakta empiris (yang dapat ditangkap oleh indra manusia) serta individualisme yang meletakkan nilai dari kebebasan individu sebagai nilai tertinggi dalam segala aspek kehidupan masyarakat dan Negara.
Rasionalisme ini di pelopori oleh Rene Descartes (1596-1650) yang juga sekaligus di sebut bapak Filsafat Modern. Ia ahli dalam ilmu alam, ilmu hukum dan kedokteran. Ia menyatakan bahwa ilmu pengetahuan harus satu, tanpa bandingannya, harus di susun oleh satu orang sebagai bangunan yang berdiri sendiri menurut satu metode yang umum.
Rene Descartes yang mendirikan aliran Rasionalisme berpendapat bahwa sumber pengetahuan yang dapat di percaya adalah akal. Hanya pengetahuan yang di peroleh lewat akallah yang memenuhi syarat yang di tuntut oleh semua ilmu pengetahuan ilmiah. Latar belakang rasionalisme adalah keinginan untuk membebaskan diri dari segala pemikiran tradisional (skolastik), yang pernah di terima, tetapi ternyata tidak mampu menangani hasil-hasil ilmu pengetahuan yang di hadapi.





B.     EMPIRISME
1.      Pengertian Empirisme
Empirisme adalah pengetahuan yang mendasarkan kepada kepastian dan hanya di peroleh lewat indra (empiri), dan empirilah salah satu sumber pengetahuan. Melalui empiri ini dapat menghasilkan sebuah hasil yang pasti karena tidaka hanya di pikirkan namun empiri di sini butuh pembuktian secara nyata dan benar-benar telah ada pembuktian melalui percobaan.
Ada beberapa tokoh yang mempelopori aliran Empiris ini di antaranya yaitu, Thomas Hobbes (1588-1679) seorang ahli pikir dari inggris dalam tulisannya ia menyusun suatu system pemikiran yang berpangkal pada dasar-dasar empiris, di samping itu juga meneriam metode dalam ilmu alam yang matematis. Pendapat ia Filsafat adalah suatu ilmu pengetahuan tentang akibat-akibat atau tentang gejala-gejala yang di peoleh sebabnya. Sasaran filsafat adalah fakta yaitu mencari sebab-sebabnya.
Tokoh empirisme yang selanjutnya ialah John Locke (1932-1704) ia di lahirkan di Wrington Inggris. Ia menyukai filsafat dan teologi. Dalam penelitiannya ia memakai istilah sensation dan Reflection. Sensation adalah suatu yang dapat berhubungan dengan dunia luar, tetapi manusia tidak dapat mengerti dan meraihnya. Dan Reflection adalah pengenalan intuitif yang memberikan pengetahuan kepada manusia yang sifatnya lebih baik dari pada sensation. Walau bagaimanapun juga manusia harus mendahulukan sensation. Hal yang demikian di karenakan manusia saat di lahirkan dalam keadaan putih bersih (Tabula rasa) yaitu jiwa itu kosong bagaikan kertas putih yang belum tertulis. Pengalamanlah yang membentuk jiwa seseorang.



C.     KRITISME
A.    Pengertian Kritisme
Kritisme adalah mengadakan penyelidikan terhadap peran ilmu pengetahuan. Yang pada mulanya di abad ke 18  menyelesaikan pertentangan antara rasionalisme dan empirisme semakin berlanjut. Dari kedua pendapat tersebut Immanual Kant (1724-1804) mencoba untuk menyelesaikan persoalan di atas. Pada mulanya menimbulkan masalah, yang mana yang sebenarnya dikatakan sumber pengetahuan? Rasio atau Empiri yang pada awalnya berebut otonomi.
Pada saat itu Kant mengikuti rasionalisme, tapi ia kemudian terpengaruh oleh empirisme. Walau demikian Kant tidak mudah menerimanya karena ia mengetahui bahwa empiris terkandung skep-tisisme. Kant Mengakui peranan akal dan keharusan empiri, kemudian di cobanya melakukan sintesis. Walaupun semua pengetahuan bersumber dari akal (Rasionalisme), tapi adanya pengertian timbul dari benda (Empiris).
Dengan begitu artinya Kant mengevaluasi tentang kedua pendapat tersebut untuk di jadikan bahan perbandingan yang menemukan pendapatnya yaitu aliran Kritisme, ia mengkritisi dari kedua pendapat tersebut dengan menggabungkan antara Rasio dan Empiri yang menjadi aliran Kritisme. Ia menawarkan pendapatnya melalui kritisi terhadap kedua pendapat tersebut. Metode berpikirnya di sebut kritis. Walaupun ia mendasarkan diri pada nilai yang tertinggi dari akal, tetapi ia tidak mengingkari adanya persoalan yang melampaui akal. Sehingga akal mengenal batas-batasnya.






D.    IDEALISME
1.      Pengertian Idealisme
Idealisme adalah mencari suatu dasar  yakni suatu metafisika yang di temukan lewat dasar tindakan sebagai sumber yang sekonkret-konkretnya. Titik tolak tersebut dipakai sebagai dasar untuk membuat suatu kesimpulan tentang keseluruhan yang ada.
Adapun pelopor Aliran Idealisme diantaranya yaitu : J.G. Fichte (1762-1814), F.W.J. Scheling (1775-1854), G.W.F. Hegel (1770-1831), Schopenhauer (1788-1860). Dari sekian pelopor idealism ini ada satu yang mencapai puncak perkembangannya yaitu murid dari Immanual Kant turun kepada Hegel. Hegel lahir di Jerman, yang berpengaruh begitu besar sampai di luar jerman. Menjadi seorang Profesor Ilmu Filsafat sampai meninggal. Beljar dari Kant ia merasa belum puas tentang ilmu pengetahuan yang dibatasi secara kritis. Menurut pendapatnya, segala peristiw didunia ini hanya dapat di mengerti jika suatu syarat di penuhi, yaitu peristiwa-peristiwa itu secara otomatis mengandung penjelasan-penjelasannya. Ide yang berpikir itu sebenarnya adalah gerak yang menimbnulkan gerak lain. Artinya, gerak yang menimbulkan tesis, kemudian menimbulkan anti tesis, kemudian timbul tesis yang menimbulkan gerak baru, yang nantinya menimbulakn antithesis dan seterusnya. Inilah yang di sebut dengan dialektika. Proses dialektika inilah yang menjelaskan segala peristiwa.








E.     ANALISA
Dari beberapa aliran filsafat modern ini membutuhkan pemikiran yang logis di utamakan. Karena setiap pedapat mengemukakan berdasarkan apa yang dapat di terima oleh akal. Namun dari sekian aliran yang menjadi dasar Filsafat Modern adalah aliran Rasionalisme. Karena dari aliran rasionalisme ini melahirkan pemikiran baru untuk membandingkan dan meneruskan untuk mencari kebenaran yang pasti. Ketidakpuasan dengan aliran rasionalisme ini  timbul sebuah pemikiran baru untuk membuktikan dari hasil rasio ini. Dari itu maka timbul pula aliran Empirisme yang mengedepankan fakta yang mencari sebab-sebabnya.
Kedua aliran tersebut membuat timbulnya masalah baru, yang mana seharusnya menjadi sumber pengetahuan? Akhirnya lahir pendapat lain yakni alira Kritisme yang menyatukan antara pertentangan rasio dan empiri. Dengan mengkritisi kedua aliran tersebut maka timbul pemikiran baru yang menyumbangkan atau menawarkan sebuah pemikiran untuk di jadikan aliran baru. Mengetahui hal ini juag ada dari beberapa ahli pikir yang belum puas dengaqn pendapat kritisme ini. Dengan alasan bahwa belum puas dengan batas kemampuan akal, karena akal murni adalah tidak akan dapat mengenal hal yang berada di luar pengalaman. Maka timbul pula pemikiran baru dengan nama alirannya yaitu aliran Idealisme yang mengedepankan pencarian suatu dasar yaitu suatu system metafisika yang di temukan lewat dasar tindakan, sebagai sumber yang sekonkret-konkretnya.
Dari pejelasan di atas dapat kita ketahui bahwa Filsafat modern ini mengedepankan kemajuan dalam hal pemikiran yang bertititik tolak pada aliran yang pertama. Pemikiran yang berkembang yang menimbulkan pemikiran baru yang di tawarkan oleh para ahli pikir.



BAB III
PENUTUP
1.      KESIMPULAN
Rasionalisme adalah paham yang mendasarkan pada rasio sebagai sumber kebenaran tertinggi. Rasionalisme ini di pelopori oleh Rene Descartes (1596-1650) yang juga sekaligus di sebut bapak Filsafat Modern. Dengan pendapatnya pengetahuan yang di peroleh lewat akallah yang memenuhi syarat yang di tuntut oleh semua ilmu pengetahuan ilmiah.
Empirisme adalah pengetahuan yang mendasarkan kepada kepastian dan hanya di peroleh lewat indra (empiri). Ada beberapa tokoh yang mempelopori aliran Empiris ini di antaranya yaitu, Thomas Hobbes (1588-1679) seorang ahli pikir dari inggris dalam tulisannya ia menyusun suatu system pemikiran yang berpangkal pada dasar-dasar empiris. Tokoh empirisme yang selanjutnya ialah John Locke (1932-1704) ia di lahirkan di Wrington Inggris. Ia menyukai filsafat dan teologi. Dalam penelitiannya ia memakai istilah sensation dan Reflection.
Kritisme adalah mengadakan penyelidikan terhadap peran ilmu pengetahuan. Yang pada mulanya di abad ke 18  menyelesaikan pertentangan antara rasionalisme dan empirisme semakin berlanjut. Dari kedua pendapat tersebut Immanual Kant (1724-1804) mencoba untuk menyelesaikan persoalan di atas.
Idealisme adalah mencari suatu dasar  yakni suatu metafisika yang di temukan lewat dasar tindakan sebagai sumber yang sekonkret-konkretnya. Adapun pelopor Aliran Idealisme diantaranya yaitu : J.G. Fichte (1762-1814), F.W.J. Scheling (1775-1854), G.W.F. Hegel (1770-1831), Schopenhauer (1788-1860).



2.      SARAN DAN PESAN
Semoga dengan sedikit penjelasan tentang aliran filsafat  ini kita bisa memahami bagaimana para ahli pemikir yang memikirkankan tentang sesuatu yang ditelitinya walaupun hanya sedikit. Kami juga sebagai pemakalah dari tema ini sangat mengharapkan masukan dari teman-teman ataupun bapak yang sekaligus sebagai dosen pengampu kami untuk memberikan sedikit motivasi terhadap makalah yang kami buat ini secara bersama. Demikianlah ynag dapat kami sampaikan, kami ucapkan terimakasih.



 
















BIBLIOGRAFI
Ahmadi, Asmoro, 2010. Filsafat Umum. Jakarta : Raja Grafindo Persada.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar